Bagi bayi, tertawa selama 1 menit sama dengan melakukan olahraga selama 20 menit. Jadi ketika bayi tertawa, ia berolahraga. Tertawa melibatkan sistem saraf dan bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang jogging di tempat. Otot-otot akan menegang lalu mengendur secara bergantian.

Selain itu, ketika bayi tertawa, paru-parunya mengembang dan menyerap oksigen lebih banyak. Detak jantung juga meningkat lalu menurun setelahnya, seperti habis berolahraga. Sesudah tertawa, tubuh akan terasa rileks dan tenang.

  • Interaksi dengan Lingkungan
    Bayi belajar berhubungan dengan orang lain di luar dirinya sendiri. Hal ini merupakan respon timbal balik antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya.

Dia melihat cara orang lain di sekitarnya tertawa saat ia melihat atau mendengarkan sesuatu. Lalu ia pun mencoba menganalisis kemudian menirunya. Jadi, ketika ada sesuatu yang lucu baginya maka ia akan tertawa.

Bayi juga akan belajar untuk bertingkah atau berbuat lucu sehingga lingkungan sekitarnya yakni moms, dads, kakek, atau nenek akan tertawa, begitu pula sebaliknya.

  • Mengatasi Rasa Sakit
    Menurut penelitian Profesor Robin Dunbar, psikolog evolusioner di Universitas Oxford, tertawa terbahak-bahak, keras dan lama akan merangsang otak untuk melepaskan senyawa kimia yang disebut endorfin. Nah, endorfin ini bukan hanya menyebabkan bayi merasa senang dan nyaman, tapi juga mengurangi rasa sakit.\
  • Meningkatkan Kecerdasan Emosi (EQ)
    Mengajak bayi tertawa juga bermanfaat untuk perkembangan emosinya kelak. Si kecil akan lebih mampu mengungkapkan emosinya dalam merespons lingkungan. Misalnya, ia akan tertawa melihat mimik lucu Ayahnya, atau tersenyum ketika ada orang yang menyapanya – meski tak ia kenal.

Ketika Moms tertawa bersamanya, ia juga belajar bahwa tertawa adalah sesuatu yang disukai lingkungan. Sehingga ia pun akan belajar untuk mencoba membuat orang lain tertawa.

Ke depannya, anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi biasanya juga memiliki selera humor yang tinggi. Louis Franzini, Ph.D, psikolog serta peneliti humor dari San Diego State University, menyatakan bahwa humor bisa meningkatkan kecerdasan emosional serta intelektual anak. Anak yang memiliki selera humor yang baik biasanya akan disukai teman-temannya, kreatif, percaya diri dan mampu memecahkan masalah yang lebih sulit.

  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh
    Tertawa terbahak-bahak diketahui bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh si kecil dengan cara memicu produksi sel-sel limfosit yang bertindak sebagai pembunuh stres alami yang juga dapat melumpuhkan banyak penyakit.
  • Mengurangi Perilaku Negatif
    Tertawa akan membantu bayi merasa baik dan mengurangi perilaku negatif. Seorang peneliti dari Maryland University, Baltimore, menyebutkan bahwa tertawa keras akan merangsang tubuh untuk memroduksi serotonin yang akan mengurangi ketegangan dan kemarahan. Bayi yang tinggal di lingkungan yang menyenangkan akan tumbuh menjadi pribadi yang spontan dan optimis.
  • Tidur Lebih Nyenyak
    Bayi yang rutin diajak bercanda dan tertawa akan tidur lebih nyenyak pada malam harinya. Karena tertawa membuat otot-otot tubuh menjadi rileks sehingga bayi bisa lebih mudah mendapatkan tidur yang nyenyak. (Sumber: Mom & Kiddie)